Depan

Design Brosur 3 Lipat

Juni 2010
Dari berbagai sumber,

1. Apa yang ada di sekitar kita?
Kumpulkan dan pelajari berbagai brosur. Apa yang membuat satu brosur lebih menarik dari yang lain? Kepekaan desain bisa dikembangkan dengan mempelajari desain orang lain.

2. Audience / target.
Kebutuhan desain. Hindari penggunaan Siapa target anda? Bagaimana caranya pesan dapat mereka terima? Pilih font yang tepat untuk mengekspresikan ‘suara’ anda: profesionalkan, lucu, resmi, dll. Hindari penggunaan lebih dari 2 atau 3 font style. Atur ukuran font berdasarkan underline, karena membuat huruf susah dibaca.

3. Less is more.
Apa sebenarnya tujuan brosur yang anda buat? Buatlah daftar mana informasi yang penting dan atur setiap komponen dalam brosur (teks, foto, tabel, diagram, border, dll) berdasarkan prioritas ‘kepentingan’. Semakin jelas urutan kepentingan ini, akan semakin baik brosur anda nantinya. Coba pengulangan2 (repositioning) dan lihat bagaimana efeknya terhadap desain anda.

4. Bars and boxes.
Box dan border dapat menarik perhatian pembaca, tetapi jika terlalu banyak, justrumembingungkan. Eksplorasi pengelompokan (grouping) dan pemisahan (separating) informasi.

5. Negative space. (White Space) 
Gunakan bidang kosong untuk menarik fokus pembaca kepada informasi yang spesifik. Bayangkan: Seseorang yang berteriak dalam ruang yang riuh akan terdengar jelas ketika ruang itu mendadak senyap. Begitu juga tulisan.

6. Keep it simple.

7. Bigger, bolder and brighter.
Setelah anda menentukan tingkat kepentingan materi brosur, anda akan bisa mempertimbangkan bagaimana ‘memperlakukan’ setiap informasi itu: Huruf yang lebih besar, bold,
atau warna yang berbeda, agar mendapatkan perhatian lebih dari pembaca.

8. Warna.
Pertimbangkan bahwa terkadang hitam – putih lebih dramatis daripada berwarna, dan berwarna butuh biaya cetak lebih besar.

9. Proofread.
Cek,..cek lagi, lagi-lagi cek. Sangat terlambat jika mengetahui ada kesalahan setelah tercetak.
Pastikan teks, layout, sudah diperiksa berkali-kali sebelum dicetak.